"Insya Alloh Clear tidak ada masalah lagi, para kepsek yang mendatangi kita sudah legowo semua, ada yang menerima dipindah tugaskan dan ada yang mengundurkan diri kembali jadi guru. Intinya jam mengajarnya kita fasilitasi sesuai regulasi,"tuturnya.

 

"Kami memahami kegelisahan rekan-rekan kepala sekolah. Karena itu, kami membuka ruang komunikasi dan siap memfasilitasi berbagai kebutuhan administrasi maupun tugas mengajar sehingga proses pendidikan tetap berjalan dengan baik,"tambahnya.

 

Terpisah, koordinator kepala sekolah yang mendatangi Dikbud Merangin, Amplo Pidia, mengakui bahwa kedatangan dirinya bersama 16 orang rekan-rekan kepala sekolah lainnya murni kemauan mereka tanpa ada intimidasi dari pihak manapun. Dalam pertemuan tersebut, Ia juga menyampaikan harapan agar persoalan yang sempat terjadi dapat segera diselesaikan secara tuntas sehingga seluruh tenaga pendidik dapat kembali fokus menjalankan tugas dan tanggung jawabnya di sekolah masing-masing.

 

"Sekali lagi kami tekankan bukan menolak pelantikan, tapi kedatangan kami ingin bapak kepala dinas pendidikan memberikan solusi bagi kepala sekolah yang mengundurkan diri soal jam mengajarnya, Alhamdulillah pak kadis menyetujui akan memfasilitasinya,"jelasnya.

 

Selain itu Amplo bersama rekan kepala sekolah lainnya yang hadir dalam pertemuan itu juga menegaskan bahwa tidak ada transaksi soal uang dalam pelantikan seperti yang viral di media sosial.