Pamekasan,  Transatu – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pamekasan terus mengupayakan penyelesaian polemik penyegelan SMK Kesehatan Nusantara yang hingga kini belum menemukan titik terang. 

 

Lembaga legislatif memilih mengedepankan pendekatan dialog agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung menjelang tahun ajaran baru.

Ketua DPRD Pamekasan, Ali Masykur, mengatakan keselamatan proses pendidikan para siswa menjadi prioritas utama. 

 

Karena itu, DPRD melalui Komisi IV masih melakukan komunikasi intensif dengan pihak yang mengklaim sebagai pemilik lahan sekolah.

 

Menurutnya, jalur persuasif dipilih untuk membuka ruang kesepahaman tanpa memperkeruh konflik yang telah berlangsung selama beberapa waktu.

 

"Komisi IV masih melakukan lobi secara persuasif. Harapan kami segel sekolah bisa dibuka sehingga siswa dapat kembali mengikuti kegiatan belajar pada semester mendatang," ujar Ali, Selasa (16/6/2026).