"Teknologi berkembang sangat cepat. Mahasiswa tidak boleh alergi terhadap AI, tetapi juga tidak boleh bergantung sepenuhnya. Yang harus diperkuat adalah kemampuan berpikir kritis sehingga teknologi benar-benar menjadi instrumen untuk melahirkan inovasi," ujar Khairul Umam.
Ia menjelaskan, AI mampu membantu proses analisis data, menyederhanakan persoalan yang kompleks, hingga mempercepat proses pembelajaran.
Namun, keputusan, kreativitas, serta pertimbangan moral tetap menjadi tanggung jawab manusia.
"AI dapat memberikan banyak alternatif jawaban, tetapi manusia yang menentukan mana yang benar, relevan, dan bermanfaat. Karena itu, nalar kritis harus terus diasah," katanya.
Sebagai pimpinan DPRD Pamekasan, Khairul Umam menilai peningkatan kualitas pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang harus mendapat perhatian seluruh pemangku kepentingan.
