“Masih ada pembahasan struktur organisasi terkait unit kerja. Misalnya nanti ada beberapa OPD yang digabung, maka akan ada pengurangan pejabat eselon II. Kalau yang kosong sekarang langsung diisi, bisa saja nanti kelebihan pejabat eselon II,” kata Taufikurrachman dilansir notice news.
Ia mengakui kondisi tersebut memiliki dampak terhadap jalannya organisasi. Namun, menurutnya, selama ini pelaksanaan tugas di masing-masing OPD tetap berjalan karena terdapat dukungan dari pejabat setara.
“Ada dampaknya, tetapi selama ini ada back up dari pejabat setara. Dalam hal kebijakan masih aman saja, yang penting tidak melakukan mutasi. Kita juga harus lebih hati-hati dalam menetapkan ini,” pungkasnya.
