"Artinya, kegiatan Bapak ini kami dukung, mulai dari Pemerintah Kabupaten Merangin, sehingga kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan baik setelah launching ini," ujar Zulhifni dalam arahannya.

 

Mengingat status depo ini sebagai yang pertama di Jambi, Zulhifni menaruh harapan besar agar jaringan distribusi Pomindo tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan. Ia mendorong pihak manajemen untuk bergerak masif membangun jaringan outlet (kios Pomindo) di seluruh pelosok Merangin.

 

"Dengan dibukanya depo dapil 1, berarti menunggu dapil 2, dapil 3, dan dapil 4. Di bawah depo kan ada outlet. Outlet kita di sini banyak, Pak. Kalau desa ada 205 desa dan 10 kelurahan. Kami berharap kegiatan depo ini nanti bisa disosialisasikan kepada masyarakat sehingga masyarakat bisa tahu," kata Sekda menambahkan.

 

Secara khusus, Zulhifni meminta agar jaringan outlet Pomindo segera menyentuh daerah-daerah terpencil. Menurutnya, masyarakat di pelosok sering kali terbebani oleh tingginya harga bahan pokok akibat rantai logistik yang sulit.

 

"Kita kasihan juga, Pak. Daerah-daerah terpencil ini kadang-kadang untuk mencari sembako, bahan pokok ini, karena transportasi agak terbatas. Kita juga berbisnis jangan berpikir yang enak-enaknya saja, tapi bagaimana ada kontribusi kita sebagai pengusaha bisa dinikmati oleh masyarakat yang jauh," tegasnya.