Fenomena pemberian nama tokoh dunia ini pun menarik perhatian warga sekitar. Sebagian masyarakat menilai hal tersebut sebagai bentuk ekspresi kekaguman terhadap tokoh global, sekaligus simbol harapan orang tua terhadap masa depan anaknya.
“Jarang ada yang berani memberi nama seperti itu. Tapi ini menunjukkan harapan besar dari orang tua kepada anaknya,” kata salah seorang warga yang hadir.
Di sisi lain, tokoh masyarakat setempat memberikan pandangan yang lebih bijak terkait fenomena tersebut. Ia menekankan bahwa nama hanyalah awal, sementara pendidikan dan pembentukan karakter jauh lebih menentukan.
“Nama memang penting sebagai doa, tetapi yang paling utama adalah bagaimana anak itu dididik. Karakter dan akhlak tetap menjadi kunci utama,” tuturnya.
Peristiwa ini menjadi bukti bahwa pemberian nama tidak hanya sekadar tradisi, tetapi juga bisa menjadi refleksi nilai, harapan, dan inspirasi yang dipegang oleh orang tua dalam menyambut kelahiran anak. (*)