"Kita ingin Merangin mandiri pangan, tidak lagi bergantung pada pasokan ikan atau telur dari daerah tetangga seperti Sumatera Barat," tegas Wabup.
Kabar baik juga datang dari sektor kesehatan. Angka stunting di Merangin mengalami penurunan drastis dari 14% menjadi 9,4% pada tahun 2026. Meski demikian, beban belanja pegawai masih menjadi catatan serius karena menyerap 41% APBD, melampaui batas maksimal instruksi Mendagri sebesar 35%.
Tenaga Ahli Provinsi Jambi, Syahrasaddin, dalam sambutannya menekankan pentingnya transformasi ekonomi dari sektor primer (pertanian/pertambangan) ke sektor industri pengolahan (hilirisasi). Ia menyoroti fenomena "kutukan sumber daya alam," di mana daerah kaya SDA seringkali memiliki angka kemiskinan yang tinggi akibat perencanaan yang tidak tepat.
"Struktur PDRB kita masih didominasi sektor primer yang rentan gejolak harga global. Melalui Visi Jambi Mantap 2029, kita dorong hilirisasi industri agar nilai tambah tetap berada di daerah," ungkap Syahrasaddin.
Ia juga memaparkan empat pilar utama transformasi yakni SDM berkualitas melalui beasiswa dan akses modal kerja, Reformasi Tata Kelola dengan melakukan digitalisasi perizinan dan skema pembiayaan inovatif, Efisiensi Anggaran melalui pengalihan anggaran dari program non-dampak ke program pro-rakyat dan Infrastruktur Inklusif yang memfokuskan pembangunan jalan yang menurunkan biaya logistik.