Demo di Bangkalan Kondusif, Ketua DPRD Apresiasi Mahasiswa
Kamis, 1 Januari 1970 | 07:00 WIB
Foto: Dokumentasi Transtu.id
TRANSATU, Bangkalan – Aksi demonstrasi yang digelar mahasiswa di Bangkalan pada hari ini berlangsung tertib, aman, dan kondusif. Ketua DPRD Bangkalan, Dedy Yusuf, menyampaikan apresiasi tinggi kepada para mahasiswa yang telah menyuarakan aspirasi dengan damai tanpa menimbulkan kerusakan fasilitas umum.
“Alhamdulillah aksi demo hari ini berjalan sesuai dengan harapan kita semua. Tidak ada sedikit pun tindakan anarkis atau perusakan. Saya pribadi mengapresiasi teman-teman mahasiswa yang menjaga kondusifitas daerah kita bersama-sama,” ungkap Dedy Yusuf saat ditemui usai aksi, Senin (1/9).
Dalam aksinya, mahasiswa membawa lima poin tuntutan, tiga di antaranya ditujukan langsung ke DPRD Bangkalan, dan dua lainnya kepada Kapolres Bangkalan.
Adapun tuntutan kepada DPRD Bangkalan yakni:
1. Mendesak Pengesahan terhadap Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset.
2. Menolak adanya kenaikan tunjangan pejabat.
3. Menolak kenaikan Pajak sebesar 12%.
“Prinsipnya kami di DPRD Bangkalan mengakomodir tuntutan itu. Baik secara tertulis maupun lisan akan kami teruskan kepada DPR RI, khususnya melalui perwakilan dapil Madura,” tegas Dedy Yusuf.
Selain itu, mahasiswa juga menyoroti kedisiplinan anggota DPRD Bangkalan. Menanggapi hal tersebut, Dedy Yusuf menegaskan bahwa anggota dewan selama ini cukup disiplin dalam mengikuti rapat-rapat pembahasan maupun paripurna.
“Kita punya tata tertib yang jelas. Jika ada anggota dewan yang tidak menghadiri paripurna lima kali berturut-turut, maka akan direkomendasikan ke Badan Kehormatan untuk diproses. Sebelum itu biasanya kita juga mengirim surat ke partai agar dilakukan pembinaan. Namun sejauh ini tidak ada anggota dewan yang sampai tidak aktif sama sekali,” jelasnya.
Sementara itu, salah seorang perwakilan mahasiswa yang menjadi koordinator aksi menyatakan bahwa tuntutan yang mereka sampaikan murni demi kepentingan rakyat, bukan kepentingan kelompok tertentu.
“Aksi ini kami lakukan dengan damai karena kami tidak ingin merusak, tapi menyuarakan aspirasi masyarakat. Kami ingin pemerintah mendengar bahwa kenaikan BBM dan tunjangan pejabat sangat memberatkan rakyat kecil. Harapan kami DPRD Bangkalan bisa benar-benar menjadi penyalur aspirasi rakyat Madura,” tegasnya.