TRANSATU, Bangkalan – Dalam rangka menyambut Hari Lahir (Harlah) ke-27 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Bangkalan menggelar rangkaian kegiatan religius dan sosial yang sarat makna. Kegiatan ini digelar untuk meneguhkan kembali semangat perjuangan partai yang dilahirkan dari rahim Nahdlatul Ulama (NU), sekaligus memperkuat nilai spiritualitas dan tradisi keislaman. Mengawali kegiatan, jajaran pengurus DPC PKB Bangkalan bersama organisasi sayap seperti Garda Bangsa, Gemala Bangsa, Barisan Anak Bangsa, serta Keluarga Pengasuh Kiai, dan Song Osong Lombung mengadakan ziarah ke Makbarah Syaikhona Kholil bin Abdul Latif, ulama kharismatik pendiri NU yang menjadi panutan umat Islam Madura dan Indonesia. "Ziarah ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk penghormatan kepada para muassis yang telah menanamkan nilai keislaman dan kebangsaan. Ini adalah cara kami meneguhkan spiritualitas dalam berpolitik," ungkap Ketua DPC PKB Bangkalan, H. Syafiuddin Asmoro, yang juga anggota DPR RI. Selain ziarah, DPC PKB Bangkalan juga menyelenggarakan Khataman Al-Qur’an, tahlilan, dan tirakat, sebagai wujud rasa syukur atas perjalanan 27 tahun PKB memperjuangkan aspirasi umat dan menjaga semangat Islam Ahlussunnah wal Jamaah. “PKB lahir dari rahim NU. Maka menjaga tradisi dan nilai-nilai ulama adalah ruh perjuangan kami. Ziarah dan khataman ini menjadi simbol bahwa langkah politik PKB tak bisa dilepaskan dari nilai spiritual dan sosial,” tegas H. Syafiuddin. Ia juga menambahkan bahwa ke depan, PKB Bangkalan akan terus hadir di tengah masyarakat melalui program-program nyata yang membumi dan menyentuh langsung kebutuhan rakyat. Kilas Balik Prestasi dan Filosofi hingga Sejarah PKB Menjaga Spirit Ahlussunnah wal Jamaah dan Komitmen Kebangsaan Memasuki usia ke-27, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) terus meneguhkan perannya sebagai partai politik yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama (NU) dan berakar kuat pada nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah. Sejak dideklarasikan pada 23 Juli 1998 di Jakarta oleh tokoh-tokoh kharismatik seperti KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), KH. Ilyas Ruchiyat, KH. Munasir Ali, KH. Muchit Nuzadi, dan KH. Mustofa Bisri, PKB telah tumbuh menjadi kekuatan politik yang konsisten membela kepentingan umat dan bangsa. Dengan mengusung tema "Peduli Umat, Melayani Rakyat", PKB menjadikan tiga pilar utama sebagai fondasi perjuangannya, yaitu: 1. Berbasis Islam Ahlussunnah wal Jamaah, 2. Terbuka dan memperjuangkan nilai kemanusiaan serta keadilan sosial, 3. Religius, nasionalis, dan demokratis. Filosofi tersebut menjadi pijakan ideologis yang tidak hanya dihafal dalam narasi politik, tetapi juga diwujudkan dalam kerja-kerja nyata di masyarakat. Di bawah kepemimpinan Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin), PKB menunjukkan konsistensinya dalam menjaga marwah perjuangan partai. Sejumlah pencapaian strategis berhasil ditorehkan, mulai dari mengantarkan KH. Abdurrahman Wahid sebagai Presiden RI pada 1999, hingga KH. Ma’ruf Amin sebagai Wakil Presiden pada 2019. Di masa kepemimpinannya pula, PKB berhasil keluar dari masa keterpurukan dan secara konsisten meningkatkan perolehan suara di setiap pemilu. Berdasarkan data perolehan kursi di DPR RI, tren suara PKB menunjukkan peningkatan signifikan: * Tahun 1999: 51 kursi (13,3 juta suara – 13,3%) * Tahun 2004: 52 kursi (11,9 juta suara – 10,6%) * Tahun 2009: 28 kursi (5,1 juta suara – 4,9%) * Tahun 2014: 47 kursi (11,3 juta suara – 9,0%) * Tahun 2019: 57 kursi (13,5 juta suara – 9,7%) * Tahun 2024: 68 kursi (16,1 juta suara – 10,6%) Perjalanan panjang tersebut menjadi bukti bahwa PKB mampu menjaga marwah perjuangan, sekaligus fleksibel dalam menjawab tantangan zaman. Di Madura, khususnya Kabupaten Bangkalan, semangat dan nilai perjuangan PKB terus diwarisi oleh kader-kader terbaiknya. Beberapa tokoh penting dari PKB saat ini memegang peranan strategis dalam pemerintahan daerah, di antaranya Fauzan Ja’far sebagai Wakil Bupati Bangkalan, serta Dedy Yusuf sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bangkalan. Selain itu, sejumlah kader PKB dari Madura juga dipercaya duduk di kursi DPRD Provinsi Jawa Timur. Selama lebih dari dua dekade, PKB bukan hanya menjadi bagian dari kontestasi politik, tetapi juga menjadi wadah perjuangan ideologis yang membumi. Melalui nilai spiritualitas, kebangsaan, dan kemanusiaan, PKB terus berkomitmen menjaga amanah rakyat dan warisan ulama NU.