Pamekasan, Transatu.id – Maraknya praktik judi online di kalangan anak muda menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan. Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), pemerintah daerah berkomitmen memperkuat pengawasan digital dan menggencarkan edukasi publik agar peredaran judi online bisa ditekan sejak dini. Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo Pamekasan, Arif Rachmansyah, mengatakan pihaknya telah menjalankan sejumlah langkah strategis bersama kepolisian, mulai dari sosialisasi, deteksi dini situs berbahaya, hingga pemblokiran jaringan. “Beberapa waktu lalu kami ikut sosialisasi serentak se-Jawa Timur untuk antisipasi judi online. Fokus kami bukan cuma menindak, tapi juga mencegah agar generasi muda tidak terjebak di awal,” jelas Arif saat menghadiri kegiatan School of Journalism yang digelar oleh Jurnalis Center Pamekasan (JCP), Kamis (13/11/2025). Menurut Arif, fenomena judi online di Pamekasan sering berawal dari lingkungan nongkrong anak muda seperti kafe dan warung internet. Di tempat-tempat tersebut, para pelaku sering memperkenalkan situs atau aplikasi judi yang dengan cepat menyebar melalui gawai. “Berdasarkan hasil pemantauan, penyebaran awal banyak terjadi di kafe. Karena itu kami mengimbau para remaja agar lebih hati-hati ketika bermain HP di tempat nongkrong,” ungkapnya. Lebih lanjut, Arif menuturkan bahwa Diskominfo memiliki tim keamanan siber khusus yang bertugas melakukan take down terhadap situs judi online yang terdeteksi melalui jaringan milik pemerintah daerah. Namun, tantangan terbesar adalah munculnya kembali situs baru dalam waktu singkat setelah pemblokiran. “Kami bisa menutup situs yang masuk ke server Pemkab, tapi untuk situs dari luar, itu kewenangan pusat. Masalahnya, situs-situs judi ini cepat sekali bermunculan kembali,” terangnya. Meski demikian, Diskominfo tetap berkomitmen melakukan patroli siber secara berkala serta memperkuat kolaborasi dengan kepolisian dan lembaga pendidikan untuk meningkatkan kesadaran digital di kalangan remaja. “Judi online bukan cuma soal uang, tapi soal masa depan anak-anak kita. Kalau dibiarkan, mereka bisa kehilangan arah dan motivasi belajar,” tegas Arif. Pemerintah berharap, langkah pencegahan yang kini gencar dilakukan mampu menciptakan lingkungan digital yang lebih sehat di Kabupaten Pamekasan dan mendorong generasi muda memanfaatkan teknologi secara positif. (*)