TRANSATU.ID,PAMEKASAN - Dinas kesehatan (Dinkes) Pamekasan merespon soal dugaan dua programnya yang dinilai amburadul. Pasalnya, dua program Kegiatan rehab dan pemeliharaan Pustu tahun 2023 serta perjalanan dinas tahun 2024 menjadi fokus kawalan aktivis forum kota (Forkot) dalam aksi demonstrasi pada Selasa 25 Februari 2025, lusa. Ketua Forkot Pamekasan, Samsul Arifin memang sering melakukan aksi demonstrasi dalam mengungkapkan temuan sejumlah program yang merugikan rakyat dan uang negara termasuk dua program Dinkes yang bakal dikawal kedepannya. "Kami sudah dari tahun lalu melakukan investigasi dua program ini, memang ada temua yang dirasa janggal dan perlu diuji secara hukum dan diskusi terbuka melalui aksi demonstrasi," katanya dalam berita sebelumnya. Kepala Dinas Kesehatan Pamekasan, Saifudin mengaku bahwa Pekerjaan rehab dan pemeliharaan Pustu tahun 2023 telah dilaksanakan sesuai dengan prosedur. "Mulai perencanaan, pengerjaan hingga pengawasan sudah selesai dengan baik, kemudian hasil pemeriksaan BPK tidak ada temuan," ujarnya kepada transatu, Minggu 23 Februari 2025. Kemudian menanggapi persoalan anggaran rehap dan pemeliharaan Pustu yang sama 200 juta, dijelaskan bahwa tingkat kebutuhan masing-masing pekerjaan berdasarkan atas pengajuan Kepala Puskesmas, bahkan aspirasi dari DPRD di masing-masing wilayah di seluruh Wilayah kerja di Pamekasan. "Jadi buttom up dari bawah dan Dinkes mengakomodasi dengan mengajukan kebutuhan anggaran ke TAPD. Alhamdulillah disetujui dan ini menjadi modal untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan," terangnya. Kemudian persoalan Dinkes yang mempunyai anggaran perjalanan dinas tertinggi di Pamekasan, pihaknya menyampaikan bahwa hal itu atas dasar kebutuhan menjalankan tugas pokok dan fungsinya baik urusan pembinaan puskesmas rumah sakit dan polindes. "Melaksanakan tugas Dinas itu ada dalam daerah dan luar daerah, Daerah ada dalam kota ada luar kota, Yang luar daerah baik dalam kota maupun luar kota tentu membutuhakan anggaran perjalanan dinas, dan ini bukan anggaran yang sedikit,"ungkapnya. "Perjalan dinas pasti pad jam dinas tidak mungkin di luar dinas. Untuk puskesmas juga diatur sedemikian rupa sehingga tugas layanan tetap jalan," pungkasnya. Terakhir, pihaknya tantang rekan-rekan Forkot menunjukkan data dan temuannya termasuk dalam aksi demonstrasi lusa. "Silahkan tunjukkan masalah layanan apa yang timbul, kapan, puskesmas mana akan menjadi evaluasi Dinkes untuk puskesmas. Karena sampai hari ini tidak ada komplain dari masyarakat," tutupnya.