MERANGIN, Transatu.id -- Sempat diberita media Transatu.id berapa hari lalu adanya kedatangan Kudang Besi 12 alat excavator menuju Jangkat Timur disebarkan warga jangkat kini menjadi polemik dan ancaman Hutan yang harus dijaga.
Takutnya hutan jangkat akan seperti hutan lainnya, seperti Pangkalan Jambu hingga Sungai Batang Masumai belum jernih sampai sekarang.
Ditambah sungai Tabir juga terjadi dari 2013 sampai sekarang masih beroperasi alat dihutan masyarakat setempat.
Juga sungai Tantan tidak juga jernih oleh penambang emas.
Muhlisin Tokoh Pemuda Dapil empat mulai angkat bicara persoalan kedatangan alat berat jenis excavator.
"Polsek Jangkat gak ada alasan untuk katakan 'dak tau' soal kemana pawai ekskavator yang menuju Jangkat Timur. Kalau benar untuk PETI, urusan akan panjang? Kita tunggu infonya pakpol," tulis Tokoh Pemuda Dapil 4 Jangkat Muslisin Madras.
Sementara Kapolsek Jangkat IPTU Bakri saat dikonfirmasi belum monitor.
"Belum monitor Kito dindo, besok kita cek kebenarannya, " ungkap Kapolsek Jangkat IPTU Bakri.
Kedatangan 12 Excavator ke Jangkat Timur, Kapolsek Jangkat : Belum Monitor Dindo
Kamis, 1 Januari 1970 | 07:00 WIB
Foto: Dokumentasi Transtu.id
Penyidik Polsek Kadur Tolak Saksi Buta Huruf Minta Bacakan BAP Kasus Pencemaran Nama Baik
Sindikat Rokok Ilegal Premium Bold Asal Akkor Pamekasan Menguat, Haji J Disorot
Berhasil Ungkap Korupsi Proyek Pasar Tebo, SMSI Apresiasi Kinerja Kejari Tebo