Nasabah Resah Gegara ATM Bank BPRS Cabang Arjasa Rusak
Kamis, 1 Januari 1970 | 07:00 WIB
Foto: Dokumentasi Transtu.id
Sumenep, Transatu - Lebih dari satu Minggu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Bhakti Sumekar cabang Arjasa, Kepulauan Kangean, sehingga meresahkan para nasabah.
Dengan rusaknya ATM Bank BPRS Bhakti Sumekar yang ada di depan Bank BPRS cabang Arjasa ini sangat diresahkan oleh para nasabah yang hendak bertransaksi melalui ATM.
Salah satu nasabah asli Kepulauan Kangean membenarkan bahwa ATM Bank BPRS Bhakti Sumekar milik BUMD Kabupaten Sumenep mengalami kerusakan.
"Saya mau menarik dana dari ATM Bank BPRS tidak bisa karena mengalami kerusakan," kaya Ali. Jum'at (24/04/2026)
Maka dari itu, demi kenyamanan para nasabah, pihak Bank BPRS harus bergerak cepat memperbaiki ATM yang ada di Arjasa.
"Bank BPRS ini merupakan Bank milik BUMD Kabupaten Sumenep dan sesuai dengan tagline Bupati dan wakil Bupati Bismillah Melayani harus betul betul di implementasikan," ujarnya
Senada disampaikan pula oleh nasabah yang tidak mau di sebutkan namanya, ATM Bank BPRS sudah lama tidak bisa dipergunakan, kemungkinan rusak.
"Kami butuh dana cepat tidak harus antri lama, karena kalau di teller sering lambat dikarenakan antri," jelasnya.
Sementara itu, kepala Bank BPTS cabang Arjasa, Rahman membenarkan bahwa mesin ATM Bank BPRS memang mengalami rusak dan faktornya kemungkinan dikarenakan mesin ATM tersebut sudah tua.
"Memang ini sangat menghambat bagi para nasabah yang akan menarik dananya dari ATM, dan kami berharap kepada para nasabah untuk bersabar melakukan transaksi melalui teller," harapnya.
Menurutnya, kerusakan mesin ATM dipicu karena bagian monitor yang tidak stabil sehingga kalau di gunakan untuk transaksi akan sering mengalami error.
"Kami akan segera memperbaiki dan masih menunggu tim teknisi yang masih berada di tempat lain," jelasnya.
Dukung Pertumbuhan Usaha Nasabah di Jawa Timur, CIMB Niaga dan APINDO Jawa Timur Gelar NGOBIZ
Jalan Adirasa Kini Bebas Banjir, Warga Bumi Sumekar Ingin Fauzi Terpilih Lagi Jadi Bupati
Harga Tak Menentu, Petani Tembakau Gantungkan Harapan pada Pengusaha Lokal