Mahasiswa UTM Pasang Filter Air 1354, Warga Sawang Kini Lebih Mudah Akses Air Bersih
Kamis, 1 Januari 1970 | 07:00 WIB
Foto: Dokumentasi Transtu.id
Transatu, Aceh Utara — Mahasiswa KKNT Kemanusiaan Universitas Trunodjoyo Madura terus menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui berbagai program yang memberikan dampak langsung bagi warga. Salah satu upaya nyata tersebut diwujudkan melalui kegiatan pemasangan alat penjernih air menggunakan filter air tipe 1354 di beberapa titik di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara.
Kegiatan ini merupakan bagian dari kontribusi Universitas Trunodjoyo Madura dalam menghadirkan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat, khususnya terkait keterbatasan akses terhadap air bersih. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya menjalankan kegiatan akademik, tetapi juga mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna yang bermanfaat bagi masyarakat.
Sebanyak 8 unit alat penjernih air telah dipasang di lokasi yang membutuhkan, meliputi fasilitas umum dan rumah warga. Dua unit alat penjernih air dipasang di Masjid Assa’adah, Desa Payarabo Lhok, yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air bersih jamaah serta masyarakat sekitar. Selain itu, dua unit lainnya dipasang di Desa Lancok, Kecamatan Sawang, sementara unit lainnya dipasang di beberapa rumah warga yang selama ini mengalami kesulitan memperoleh air bersih yang layak digunakan.
Selain proses pemasangan, pada setiap titik lokasi juga dilakukan penjelasan mengenai cara penggunaan dan perawatan alat penjernih air kepada masyarakat setempat. Hal ini dilakukan agar alat yang telah dipasang dapat digunakan secara optimal serta memiliki masa pakai yang lebih lama sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Koordinator Desa (Kordes) KKNT Kemanusiaan Universitas Trunodjoyo Madura, Sohib, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
“Kami berharap alat penjernih air ini dapat membantu masyarakat mendapatkan air yang lebih bersih dan layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Selain itu, kami juga menjelaskan cara perawatan alat tersebut agar masyarakat dapat merawat dan menggunakannya dengan baik,” ujar Sohib.
Kepala Desa Payarabo Lhok, Geuchik Zubir, juga menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, keberadaan alat penjernih air sangat membantu masyarakat yang selama ini masih bergantung pada sumber air yang kualitasnya kurang baik.
“Kami sangat mengapresiasi adanya pemasangan alat penjernih air ini. Kehadirannya tentu sangat membantu masyarakat, khususnya bagi jamaah Masjid Assa’adah dan warga sekitar yang membutuhkan air bersih,” ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Geuchik Desa Lancok, Juanda, yang berharap program serupa dapat terus dilakukan di masa mendatang.
“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat Desa Lancok. Semoga alat ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh warga dan memberikan dampak positif bagi kesehatan serta kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Salah satu warga penerima manfaat juga menyampaikan rasa syukur atas bantuan alat penjernih air tersebut.
“Kami sangat bersyukur dengan adanya alat penjernih air ini. Sebelumnya air yang kami gunakan kurang jernih, tetapi sekarang sudah jauh lebih bersih dan nyaman digunakan. Kami juga sudah diberi penjelasan tentang cara merawatnya agar alat ini bisa digunakan dalam waktu yang lama,” tuturnya.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKNT Kemanusiaan Universitas Trunodjoyo Madura, Haryo Triajie, turut memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa di tengah masyarakat.
“Kegiatan ini menunjukkan bahwa mahasiswa Universitas Trunodjoyo Madura mampu hadir di tengah masyarakat dengan memberikan solusi nyata terhadap permasalahan yang ada. Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Universitas Trunodjoyo Madura kembali menegaskan komitmennya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik, tetapi juga aktif dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Dengan adanya pemasangan delapan unit alat penjernih air filter 1354 ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah mengakses air bersih sehingga kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kecamatan Sawang dapat terus meningkat.
51 Personil Polres Sumenep Terima Tanda Kehormatan Satyalencana Pengabdian
Gelar Pesta Datangkan Biduan Cantik, PC PMII Desak Pemprov Jatim Evaluasi Bank Jatim Pamekasan
Bupati Sumenep Ajak Santri Bangun Peradaban Dunia Yang Damai