Aktivis Laporkan Dugaan Praktik Gelap Solar Subsidi di SPBU Gedungan Sumenep
Kamis, 1 Januari 1970 | 07:00 WIB
Foto: Dokumentasi Transtu.id
Transatu, Sumenep — Dugaan praktik penyalahgunaan BBM Subsidi jenis solar kembali mencuat di Kabupaten Sumenep. Aktivis muda, Tolak Amir, melaporkan ke Polres Sumenep setelah menemukan aktivitas mencurigakan di area pengisian SPBU Gedungan, Kecamatan Batuan, Jum'at (5/12/25) dini hari lalu.
Laporan tersebut telah diterbitkan dalam Surat Tanda Terima Laporan/Pengaduan Masyarakat Nomor: STTLPM/230/SATRESKRIM/XII/2025/SPKT/POLRES SUMENEP.
Dalam laporannya, Tolak Amir menceritakan kronologi temuan yang dianggap janggal dan mengarah pada dugaan penyalahgunaan solar subsidi.
Menurutnya, sekitar pukul 03.37 WIB, ia melihat satu unit mobil pick-up Carry putih tengah mengisi solar subsidi menggunakan sejumlah jeriken yang berserakan di lokasi pengisian.
Aktivitas itu langsung membuatnya curiga karena pola pengisian seperti itu lazim terjadi dalam praktik penimbunan atau distribusi ilegal.
“Saat saya tanya soal surat rekomendasi resmi dari pemerintah, sopirnya pucat dan tidak bisa menunjukkan apa pun,” ungkap Amir.
Ia juga menyebut sopir tersebut sempat berusaha meminta atau meminjam surat rekomendasi kepada operator SPBU, namun petugas di lokasi turut menunjukkan gelagat panik dan tak bisa memberikan dokumen apa pun.
Melihat kondisi tersebut, Mantan Presma salah satu universitas ujung timur pulau Madura itu, langsung mengamankan bukti berupa rekaman video untuk kemudian dibawa ke Polres Sumenep sebagai bahan laporan resmi.
Ia menduga kuat adanya praktik penyalahgunaan BBM subsidi yang melibatkan sopir dan kemungkinan pihak tertentu di SPBU.
Kasus dugaan penyelewengan solar subsidi ini kini dalam penanganan Satreskrim Polres Sumenep.
Pihak kepolisian melalui KA SPKT Polres Sumenep, IPDA Saini, membenarkan adanya laporan tersebut dan memastikan proses penyelidikan akan dilakukan sesuai prosedur.
Isu penyalahgunaan BBM subsidi di Sumenep memang kerap menjadi sorotan.
Modus pengisian menggunakan jeriken, kendaraan modifikasi, hingga manipulasi dokumen sering kali muncul dan menyebabkan distribusi BBM subsidi tidak tepat sasaran.
Masyarakat berharap agar laporan ini menjadi pintu masuk penindakan tegas bagi oknum-oknum yang bermain di balik distribusi solar subsidi, mengingat dampaknya sangat luas bagi warga yang berhak mendapatkan BBM dengan harga terjangkau.