Wabup Sumenep Pimpin Apel Hari Jadi Kabupaten Sumenep Ke-756
Kamis, 1 Januari 1970 | 07:00 WIB
Foto: Dokumentasi Transtu.id
Transatu.id, SUMENEP - Wakil Bupati (Wabup) Sumenep KH Imam Hasyim jadi inspektur upacara pada apel hari jadi Kabupaten Sumenep ke-756. Jum'at (31/10/2025).
Acara yang berlangsung di halaman Kantor Bupati itu menghadirkan nuansa megah dan sarat makna: sebuah panggung besar yang memadukan budaya, kepemimpinan, dan komitmen pembangunan daerah.
Sebelum memimpin apel, Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim, S.H., M.H. menyerahkan bantuan sosial kepada anak yatim. Aksi kemanusiaan itu menjadi pembuka yang menyentuh, menandai semangat kepedulian sosial yang melekat dalam setiap kebijakan pemerintah daerah.
Apel kolosal ini diikuti ribuan peserta dari unsur TNI, Polri, ASN, mahasiswa, pelajar, dan organisasi masyarakat. Mereka memenuhi lapangan utama dengan balutan busana khas keraton Sumenep, diiringi musik tradisional tong-tong Baladewa dan tarian khas Madura yang menggugah.
Camat Talango, Nur Habibie, dipercaya sebagai Komandan Upacara, sementara KH. Imam Hasyim bertindak sebagai Inspektur Upacara. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan menggunakan bahasa Madura, menegaskan identitas kultural yang tetap hidup di tengah arus modernisasi.
Dalam sambutannya, Wabup menyampaikan bahwa tiga momentum besar ini bukan hanya seremoni tahunan, tetapi ajang refleksi tentang sinergi antara budaya, ekonomi, dan tata kelola pemerintahan yang berdaya saing.
"Sumenep bukan hanya menyimpan sejarah, tetapi juga visi masa depan. Kita ingin daerah ini tumbuh menjadi pusat ekonomi baru di Madura dengan landasan budaya yang kuat,” ungkap Wabub *mam Hasyim.
Dia menambahkan, keberhasilan Sumenep mempertahankan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama delapan tahun berturut-turut serta meraih sembilan penghargaan nasional bukan semata hasil kerja teknokratis, melainkan buah dari budaya integritas yang terjaga.
“Akuntabilitas bukan hanya tentang laporan keuangan. Ini adalah tanggung jawab moral pemerintah kepada rakyatnya bahwa setiap rupiah harus kembali dalam bentuk manfaat nyata,” jelasnya.
Bahkan, Wabup Imam Hasyim menambahkan, pemerintahan yang transparan dan efisien harus dibangun bersama partisipasi masyarakat. Bagi Imam Hasyim, kinerja publik yang baik adalah bentuk ibadah sosial.
Imam Hasim menegaskan, pentingnya memperkuat gotong royong sebagai pilar pembangunan sosial. Di tengah laju digitalisasi dan modernisasi, ia menilai semangat kolektif masyarakat Madura adalah kekuatan yang tidak tergantikan.
“Hari Jadi Sumenep harus menjadi momentum memperkuat gotong royong. Karena tanpa sinergi, tidak akan ada kemajuan yang berkelanjutan,” tegasnya
Wabup juga menggarisbawahi pentingnya menjadikan budaya sebagai sumber energi ekonomi kreatif.
Menurutnya, pariwisata, UMKM, dan industri lokal memiliki daya dorong besar untuk membawa Sumenep menjadi kabupaten unggulan di Jawa Timur.
“Kuda Terbang dalam lambang Sumenep melambangkan semangat masyarakat Madura yang tangguh dan adaptif. Semangat ini harus menjadi energi untuk menggerakkan sektor budaya, pariwisata, dan UMKM,” tukasnya
Dalam kesempatan itu, budayawan Ibnu Hajar, M.Pd. membacakan Babad Hari Jadi Sumenep, menuturkan sejarah panjang kerajaan Sumenep hingga menjadi kabupaten modern yang berpijak pada pelayanan publik dan inovasi.
Apel kolosal ditutup dengan penyerahan Satya Lencana Karya kepada ASN berprestasi simbol penghargaan atas pengabdian mereka dalam memperkuat birokrasi dan pelayanan masyarakat dan penghargaan lainnya yang langsung diberikan Pemkab melalui Wabup Sumenep.
Sirkuit Agro Resmi di Tutup Kades Sungai Bulian Yang Diikuti 243 Pembalap, Semoga Akan Datang Event Lebih Besar
Ustadz H Tambusai, Akan Meriahkan Isra’ Mi’raj di Merangin
F-BPM : "Kabid SMP Mansur" Diduga Telan Fee Proyek