Peredaran Rokok Ilegal Meningkat, Kekayaan Kepala Bea Cukai Madura Naik Melesat
Kamis, 1 Januari 1970 | 07:00 WIB
Foto: Dokumentasi Transtu.id
TRANSATU.ID,PAMEKASAN - Maraknya Peredaran Rokok Ilegal di Madura dicurigai menjadi penyebab utama meningkatnya kekayaan Kepala bea cukai setempat.
Berdasarkan LHKPN tahun 2024, kekayaan Kepala bea cukai Madura, Muhammad Syahirul Alim naik melesat Rp3,5 miliar dalam 12 bulan, dari tahun 2023 sebesar Rp1,6 miliar menjadi Rp4,9 miliar.
Disisi lain, Peredaran rokok ilegal di Pamekasan turut meningkat dari tahun ke tahun, berbagai merek rokok terus bermunculan.
Ketua Forum Kota (Forkot) Pamekasan, Samsul Arifin menilai bahwa ada keterkaitan antara meningkatnya kekayaan Kepala bea cukai dengan tumpulnya pengawasan terhadap peredaran rokok ilegal, malah semakin marak tak terbendung.
"Selain persoalan pembiaran terhadap maraknya peredaran rokok ilegal, ada lagi soal bisnis pita cukai. Kedua persoalan ini menjadi indikasi kuat terjadinya dugaan kongkalikong antara pengusaha dan bea cukai, bisa berupa upeti atau komitmen lain yang saling menguntungkan," terangnya.
Bea cukai dengan segala perangkat dan keahliannya sangat mampu untuk memberantas peredaran rokok ilegal, tapi nyatanya rokok ilegal dengan berbagai merk semakin marak di pulau Madura.
"Kami sudah siapkan sejumlah sampel rokok bodong yang dibiarkan beredar di pasaran dan motif permainan bisnis pita cukai," ungkap mantan aktivis PMII Jatim.
Pihaknya merasa geram atas sikap bea cukai Madura yang seolah-olah lugu dan tidak tau atas peredaran rokok ilegal dan bisnis cukai ini, malah tiba-tiba kekayaan pejabatnya naik melesat.
"Tentu ini menjadi catatan buruk atas kinerja bea cukai Madura yang selama ini terkesan tutup mata terhadap segala persoalan yang menjadi tanggung jawabnya," jelasnya.
Oleh karena itu, Forkot komitmen akan melakukan aksi demonstrasi secara berkelanjutan ke kantor bea cukai Madura, aksi Jilid I akan digelar pada hari kamis 20 Maret 2025.
"Kami akan terus melakukan aksi demonstrasi sampai bea cukai menangkap para oknum pengusaha yang mangkel mengedarkan rokok ilegal dan berhenti menjual pita cukai kepada pengusaha yang tidak memproduksi rokok," pungkasnya.
Dilansir dari Pamekasanchannel.com, Kepala Seksi (Kasi) Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Madura, Andru Iedwan Permadi mengungkapkan bahwa harta kekayaan atasannya melejit naik karena harta pernikahan dengan istri keduanya.
“Kalau saya boleh berkomentar, itu harta pernikahan Mas,” ungkap Andru dikutip dari Kompas.com.
Menurut Andru, atasannya sudah menikah lagi dan harta istrinya juga dilaporkan ke e-LHKPN KPK.
“Iya, istri kedua,” ucap Andru. Namun demikian, ia tidak mengetahui jenis pekerjaan apa yang dimiliki istri kedua atasannya tersebut.
Meski demikian, dia menegaskan bahwa istri Muhammad Syahirul Alim adalah salah satu orang terkaya di Sumenep.
“Saya tidak tahu aktivitasnya apa. Tapi dia salah satu orang terkaya di Kabupaten Sumenep,” pungkasnya.
Pangdam I/BB Tinjau Yon Arhanud 13/PBY, Tekankan Kesiapsiagaan dan Soliditas
Ciptakan Kondusifitas Di Bulan Ramadhan, Polsek Talango Sumenep, Bubarkan Aksi Balap Liar
Festival Hadrah Meriahkan Peringatan Bulan Bung Karno