Transatu.id, SUMENEP - Selama menjabat sebagai Bupati Sumenep, Madura Achmad Fauzi Wongsojudo banyak meraih prestasi baik Provinsi maupun Pusat Bahkan Bupati Sumenep yang baru saja mendapat predikat gelar doktor di Universitas Merdeka (Unmer) Malang ini, juga banyak menorehkan prestasi gemilang dalam menekan angka kemiskinan. Seperti yang di ungkapkan oleh Kepala Dinas penanaman modal dan pelayanan Terpadu satu pintu (DPMPTSP) Sumenep Dr R Abd Rahman Riadi, Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo selama 3 tahun memimpin Kabupaten Sumenep melalui tagline "Bismillah Melayani" memberikan kualitas pelayanan perijinan. "Sesuai dengan intruksi Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo setiap OPD harus mengedepankan pelayanan kepada masyarakat," ungkap kepala DPMPTSP Abd Rahman. Menurutnya, selama ini trend jumlah Nomer Induk Berusaha (NIB) di Kabupaten Sumenep mulai tahun 2021 sampai 2023, mengalami peningkatan yang begitu pesat. Seperti tahun 2021 realisasi infestasi sebesar Rp 925,5 milyar, di tahun 2022 sebesar Rp 1,7 trilyun. "Tahun 2022 berhasil menyerap tenaga kerja sebanyak 31.227," ucapnya. "Tahun 2023 jumlah investasi sebesar Rp 2,1 trilyun, dan berhasil menyerap tenaga kerja sebanyak 45.454, hal itu dikarenakan kebijakan Bupati Sumenep Achmad Fauzi dalam pertumbuhan khususnya di bidang UMKM. Rata rata NIB berasal dari UMKM," paparnya. "Dari komposisi tersebut banyak dari sektor perdagangan, minuman, olahan dan sektor pertanian," jelasnya. Bahkan, kata Abd Rahman tingkat pengangguran terbuka (TPT) selama 3 tahun kepemimpinan Bupati Achmadi Fauzi peluang kerja semakin banyak. " Peningkatan peluang kerja selama kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi selama 3 tahun meningkatkan pesat," tegasnya. Selain itu, kepala Dinas kesehatan P2KB Sumenep drg Ellya Fardasah melalui kepala bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Nur Insan menyampaikan, seabrek prestasi selama 3 tahun kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi. "Lebih dari 20 prestasi gemilang di bidang kesehatan telah diraih selama 3 tahun kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi baik tingkat provinsi maupun pusat," ucap Kabid SDK Nur Insan. Senin (22/07). Bahkan, baru baru ini Bupati meraih prestasi dengan menurunkan angka Stunting, yang merupakan program pemerintah pusat. "Berdasarkan data, angka stunting yang semula berada di 29,0% pada saat dilantik pada 26 Februari 2021, kini dalam 4 tahun kepemimpinannya berhasil turun menjadi 16,7%," paparnya. Prestasi tersebut disematkan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). "Kabupaten Sumenep meraih peringkat pertama nasional dalam penurunan angka stunting di Indonesia, melalui program Dana Alokasi Khusus (DAK) Subbidang Keluarga Berencana kategori pagu sedang, mengalahkan Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, dan Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat," pungkasnya